Komunikasi Keluarga Cegah Narkoba di Tengah Badai Corona

Welda Yulia
Welda Yulia (Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UNAND)

Hari ini permasalahan corona sudah memukul permasalahan lain yang lagi dihadapi oleh Indonesia, termasuk Narkoba. Ini terbukti pemerintah saat ini terfokus dalam upaya penanganan Pandemi Covid-19 di seluruh penjuru Nusantara ini. Sudah lebih setengah tahun dimulai Februari 2020 sampai sekarang tiap hari kita mendengar berita tentang Virus Corona. Seakan-akan tidak ada lagi permasalahan lain yang perlu mendapatkan perhatian.

Jika kita perhatikan betul, permasalahan narkoba sama bahayanya dengan permasalahan corona. Jika corona bisa membunuh banyak orang, maka narkoba juga tak kalah banyak membunuh orang. Menurut hasil penelitian UI dengan Puslitdatin BNN lebih kurang 30 orang meninggal dunia setiap harinya. jika kita jumlahkan dalam sebulan maka lebih kurang 900 orang meninggal dunia. Apalagi jika setahun lebih kurang 10.800 orang yang meninggal. Sungguh angka yang sangat fantastis. Ini merupakan ancaman masa depan yang perlu mendapatkan perhatian khusus.

Hari ini kita khawatir dengan terfokusnya perhatian kita semua pada masalah corona, kita lupa bahwa permasalahan narkoba juga sudah di pelupuk mata. Bisa kita liat saja beberapa waktu lalu banyak terjadi peningkatan kasus narkoba. Contoh saja beberapa minggu lalu 3 September 2020 Polda Sumbar berhasil bongkar sindikat narkoba jaringan internasional, enam pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Padang.

Dengan maraknya pengedaran dan penyalahgunaan narkoba ini menjadi momok bagi kita selaku orang tua. Tidak bisa kita bayangkan jika generasi penerus kita dirusak oleh barang haram dan terkutuk ini. Generasi yang seharusnya memikirkan permasalahan negara ini termasuk permasalahan corona akan sirna sekejab mata jika biarkan ini terjadi begitu saja.

Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana fokus kita terhadap permasalahan narkoba? Akankah pemerintah kita kembali gencar dalam menyelamatkan generasi penerus yang sudah terlanjur menggunakan narkoba? Ingat! Permasalahan narkoba tidak hanya permasalahan menangkap para sindikat dan pengedar narkoba, tapi juga perlu memperhatikan program pencegahan.

Namun jika program pemerintah tidak disokong oleh masyarakat dan unit terkecil dalam masyarakat yang disebut keluarga, hal ini akan sia -- sia. Disinilah peran dari keluarga membentengi diri dan anggota keluarganya dari bahaya narkoba terkhusus pada anak. Tidak ada orang tua waras yang ingin anaknya terjerumus dalam narkoba. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa anak sangat rentan terpapar dampak narkoba, apalagi jika mereka kini berusia belasan tahun (remaja) yang suka mengeksplorasi hal-hal baru.

Untuk menghindarkan anak dan anggota keluarga dari narkoba, solusi utama berawal dari komunikasi yang intens dalam keluarga. Bicarakan mengenai dampak penyalahgunaan narkoba ini di waktu yang tepat. Singkirkan telpon genggam Anda dan jangan mulai pembicaraan saat Anda sedang marah, mabuk, atau kelelahan.

Berikut beberapa tips yang dapat digunakan oleh orangtua ketika membicarakan soal napza pada remaja: Pertama, Mintalah pandangan anak terlebih dahulu. Jangan menggurui, tapi bersikaplah terbuka dengan banyak mendengarkan opini anak. Kedua, Diskusikan alasan untuk tidak menggunakan narkoba, tapi jangan menakut-nakutinya. Tekankan bahwa penyalahgunaan narkoba akan membuat aktivitasnya terganggu dan cita -- citanya tidak akan tercapai. Ketiga, Bicarakan juga soal pengaruh media (lagu atau televisi) yang kerap memaklumi penyalahgunaan narkoba. Ajari juga anak untuk menghindari tekanan teman saat ditawari memakai narkoba.

Selain melakukan berkomunikasi dengan anak, hal yang juga dapat dilakukan orang tua adalah langkah preventif, yaitu selalu mengetahui aktivitas anak dan keberadaannya setiap saat tetapi jangan terkesan over protektif. Beri pujian pada anak ketika ia melakukan hal untuk menghindari napza dan dampak penyalahgunaan narkoba di atas.

Yang tak kalah penting, berikan contoh baik kepada anak dengan tidak mengonsumsi narkotika dan berbagai zat yang membahayakan tubuh lainnya. Sokong anak dan anggota keluarga mengisi waktu dengan kegiatan-kegiatan positif untuk dilakukan sehingga kita akan lupa untuk mencoba menggunakan atau terlibat Narkoba. Gunakan waktu dan tempat yang aman, Perbanyak waktu dengan keluarga misal piknik bersama, karoeke Bersama, makan Bersama, masak Bersama atau nonton Bersama. Hindari keluyuran malam. Jika mempunyai masalah, segera cari jalan keluarnya, jangan biasakan lari dari masalah, apalagi kalau sampai narkoba sebagai pelariannya.

Jika setiap kita dan semua keluarga sudah memahami semua ini, kemudian mencoba menerapkan dalam lingkungan keluarganya masing-masing, percayalah penyalahgunaan Narkoba di Indonesia ini akan bisa berkurang atau bahkan bisa hilang. Ingat teman-teman semua ini bisa terjadi jika semua kita punya komitmen yang sama dalam rangka memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba. Keluarga Bersinar, Nagari Bersinar, bahkan Negara Bersinar akan terwujud. Bersama kita bisa ! (*)


Welda Yulia

Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UNAND