Prokes Covid-19 dan Peningkatan Partisipasi Pemilih

Jonnedi, SE.,M.M.
Jonnedi, SE.,M.M. (Anggota KPU Kota Solok/Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Kota Solok)

Pelaksanaan Pilkada 2020 di Kota Solok berjalan dengan baik, aman, dan lancar, meskipun digelar di tengah pandemi Covid-19. Awalnya sempat muncul kekhawatiran, Pilkada dapat menimbulkan klaster Covid-19 baru pasca pemungutan suara di TPS, namun hal ini tidak terbukti.

Pelaksanaan protokol kesehatan dalam tahapan Pilkada sudah diatur dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 6 Tahun 2020, yang kemudian direvisi dengan PKPU Nomor 13 Tahun 2020.

Penerapan protokol kesehatan menjadi hal penting yang diperhatikan oleh penyelenggara pemilu, peserta pemilu, maupun pemilih. Terutama mengenai protokol kesehatan di TPS saat pelaksanaan pungut hitung Pilkada 2020.

Siaran resmi KPU RI menerangkan, ada 12 ketentuan baru yang harus diperhatikan oleh para pemilih, yakni: Pemilih wajib pakai masker di TPS, menjaga jarak fisik dengan orang lain, mencuci tangan sebelum dan sesudah mencoblos di TPS.

Kemudian, pemilih harus menjalani pengukuran suhu tubuh saat masuk TPS, memakai sarung tangan plastik saat mencoblos. Sebagai tanda telah mencoblos, jari pemilih tidak lagi dicelup, tapi ditetesi tinta.

Selanjutnya, daftar pemilih di tiap TPS dibatasi, maksimal 500 orang. Seluruh anggota KPPS memakai Alat Pelindung Diri (masker, faceshield, sarung tangan), TPS harus disemprot disenfektan secara berkala.

Ada bilik khusus bagi pemilih dengan suhu tubuh lebih dari 37,3 derajat celcius, Dilarang berkerumun dan kontak fisik selama di TPS, Surat Pemberitahuan Pemungutan Suara memuat info jadwal memilih, imbauan pakai masker, bawa pulpen, dan kartu identitas (KTP atau Surat Keterangan Perekaman KTP).

Selain itu, KPU RI juga memberikan panduan singkat tata cara pencoblosan dalam Pilkada 2020 yang sesuai dengan ketentuan protokol kesehatan.

Rinciannya sebagai berikut: Pemilih menuju ke TPS dengan pakai masker, membawa alat tulis (pulpen) dan KTP, Pemilih dilarang membawa anak-anak saat di TPS, Pemilih diminta datang sesuai jadwal yang tertera di Surat Pemberitahuan Pemungutan Suara. Sebelum masuk TPS, pemilih cuci tangan selama 20 detik dan menjalani cek suhu tubuh.

Pedoman selanjutnya, Pemilih mengisi formulir kedatangan dengan pulpen sendiri, Pemilih memakai sarung tangan plastik yang diberikan KPPS, Pemilih menunggu giliran mendapatkan surat suara dengan duduk di kursi TPS, Selama menunggu giliran, pemilih wajib menjaga jarak dengan orang lain.

Setelah memasukkan surat suara ke kotak suara, pemilih membuang sarung tangan ke tempat sampah di TPS, Jari tangan pemilih ditetesi tinta oleh petugas KPPS, dan Terakhir, cuci tangan lagi di tempat yang tersedia di TPS sebelum pulang ke rumah.

Menyikapi arahan dan petunjuk yang disampaikan KPU RI, KPU Kota Solok sebagai penyelenggara teknis Pilkada 2020 telah menyiapkan perlengkapan Prokes Covid-19 serta telah mensosialisasikannya kepada masyarakat jauh hari sebelum pelaksanaan pungut hitung.

Dukungan untuk suksesi pelaksanaan Pilkada di kota Solok juga mengalir dari pemerintah Kota Solok dan stakeholder terkait. Beragam sosialisasi dilakukan untuk menghimbau masyarakat agar tidak takut datang ke TPS, selama mengikuti Protokol Kesehatan Covid-19.

Sosialisasi ini dilakukan melalui tatap muka dengan pemilih, seperti pemilih pemula atau pemilih milenial, petani, pedagang, tukang ojek, tokoh agama, tokoh adat dan bundo kanduang, Pegawa Negeri Sipil, serta stakeholder lainya.

Himbauan juga dilakukan melalui media sosial, media online dari KPU (Komisi Pemilihan Umum) yang menampilkan poster-poster berisi ajakan untuk tidak Golput dan beberapa aturan dalam Protokol Kesehatan Pencegahan Penularan Covid-29, seperti menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan air mengalir, atau menggunakan handsanitizer.

Sosialsiasi yang dilakukan oleh KPU Kota Solok serta himbauan dari seluruh pihak atau stakeholder yang berkepentingan terhadap pemilihan ini, memberikan keyakinan kepada pemilih agar tidak takut datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya.

Meskipun Pemilihan Serentak 2020 yang diselenggarakan di tengah pandemi Covid-19, partisipasi pemilih di Kota Solok mengalami peningkatan cukup signifikan.

Partisipasi pemilih tercatat mencapai 76,78 persen. Padahal, Pilkada Serentak kali ini digelar di tengah masa pandemi Covid-19.

Tingkat partisipasi masyarakatdalam Pemilihan Serentak Tahun 2020 di Kota Solok mengalami peningkatan sebanyak 6,33% di bandingkan pemilu 2015 lalu.

Pada pemilu 2015, tingkat partisipasi hanya 70,45%, namun sekarang mencapai angka 76,78%. Hal ini menepis kekhawatiran bahwa pandemi akan mempengaruhi tingkat partisipasi masyarakat.

Meningkatnya angka partisipasi pemilih ini tidak terlepas juga dari kontribusi pasangan calon dan tim kampanye yang terus melakukan kegiatan kampanye dan juga memaksimalkan seluruh daya dan upaya.

Kegiatan sosialisasi yang dilakukan mungkin belum begitu optimal dan maksimal, tapi sinergitas semua pihak, komunikasi dan koordinasi yang efektif menghasilkan tingkat partisipasi yang naik 6,33 persen dari pilkada tahun 2015.

Semenjak pemilihan kepala daerah dilaksanakan secara langsung dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2020 ini, partisipasi pemilih mengalami tren kenaikan yang baik di kota Solok.

Dalam pilkada tahun 2005 partisipasi pemilih 64,15%, Pilkada tahun 2010 partisipasi pemilih 68,28%, Pilkada tahun 2015 naik jadi 70,45% dan Pemilihan Serentak Tahun 2020 ini dengan kondisi pandemi covid-19 KPU Kota Solok dapat meningkatkan partisipasi pemilihan pada angka 76,78%.

Angka partisipasi tersebut tidak begitu jauh dari harapan dan target yang dibuat KPU secara nasional yaitu 77,5 persen. KPU Kota Solok memang menargetkan 77,5% sesuai dengan target nasional, ini menjadi koreksi dan evaluasi bagian dari upaya maksimal sebagai penyelenggara.

Persentase partisipasi pemilih ini diperoleh dari perhitungan ; Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada Kota Solok 2020 sebanyak 48.119 (laki-laki 24.261 dan perempuan 24.857). Pemilih yang pindah memilih 164 (laki-laki 111, perempuan 53) Pemilih tidak terdaftar DPT tapi memilih dengan KTP/suket 697 (laki-laki 355, perempuan 342) sehingga total pemilih keseluruhan 49.979 (laki-laki 24.727, perempuan 25.252).

Sementara pengguna hak pilih yang terdaftar di DPT 36.918 (laki-laki 17.154, perempuan 19.764). Pemilih yang pindah memilih menggunakan hak pilih 106 (laki-laki 69, perempuan 37) dan pemilih tidak terdaftar DPT namun pakai KTP 691 (laki-laki 352, perempuan 339). Total Pengguna hak pilih 37.715, (laki-laki 17.575, perempuan 20.140) atau 76,78 persen.

Peningkatan partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya ini tak lepas dari kerjasama semua pihak dalam membantu sosialisasi, termasuk media. Meski peningkatan itu belum memenuhi target nasional, namun untuk Kota Solok sudahmeningkat secara kuantitatif.

Peningkatan partisipasi pemilih sebanyak 6,33% ini menunjukkan bahwa masyarakat tidak terlalu takut dengan Covid-19, asal menerapkan disiplin Prokes dengan ketat. Pelaksanaan Pilkada di Kota Solok bisa dibilangcukup memuaskan, karena tidak ada klaster Covid-19 di TPS dan tingkat partisipasi meningkat, serta berjalan dengan aman dan kondusif.(*)


Jonnedi, SE.,M.M.

Anggota KPU Kota Solok/Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Kota Solok